Kejang demam adalah kondisi yang dapat mengejutkan dan mengkhawatirkan bagi orangtua. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang apa itu kejang demam, apa penyebabnya, dan tindakan apa yang harus diambil, Mama Papa dapat merasa lebih siap dan tenang saat menghadapinya. Artikel ini akan menjelaskan segala yang perlu Mama Papa ketahui tentang kejang demam pada anak, termasuk langkah-langkah tindakan yang dapat Mama Papa ambil jika menghadapinya.
Apa Itu Kejang Demam?
Kejang demam adalah kejang yang dapat terjadi saat seorang anak mengalami demam. Ini adalah kondisi yang paling sering terjadi pada anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam biasanya berlangsung kurang dari 5 menit, dan hampir semua anak pulih total setelahnya.
Gejala Kejang Demam
Gejala kejang demam bisa membuat orangtua sangat cemas. Gejala yang mungkin muncul saat kejang demam adalah:
- Badan anak yang menjadi kaku.
- Lengan dan kaki yang mulai berkedut.
- Kehilangan kesadaran.
- Mulut berbusa.
- Mata yang mungkin berputar ke belakang.
Setelah kejang, anak mungkin menjadi mengantuk hingga sekitar satu jam.
Kejang Demam Kompleks
Walaupun kejang demam umumnya bersifat ringan, terdapat beberapa kasus yang lebih kompleks. Berikut adalah beberapa karakteristik kejang demam kompleks:
- Kejang berlangsung lebih dari 15 menit.
- Kejang hanya memengaruhi satu bagian tubuh anak.
- Kejang berulang dalam 24 jam.
Apa yang Perlu Dilakukan Saat Kejang Demam Terjadi?
Saat anak mengalami kejang demam, ada beberapa langkah yang perlu Mama Papa ambil:
- Pastikan sekeliling aman: Selimuti area sekitar anak dengan bantal atau benda lembut lainnya untuk mencegah cidera.
- Posisikan anak: Letakkan anak di “posisi pemulihan” dengan merapatkan tubuhnya, meletakkan anak dalam posisi miring agar tidak tersedak jika ada muntahan. Jangan mencoba memegang atau memegang lidah anak, karena tindakan tersebut dapat menyebabkan cidera.
- Catat durasi kejang: Cobalah untuk mencatat berapa lama kejang berlangsung. Walaupun ini mungkin sulit dilakukan saat situasi tegang, informasi ini dapat berguna untuk tenaga medis.
- Jangan memberikan makanan atau minuman: Jangan mencoba memberikan apa pun ke dalam mulut anak selama kejang, termasuk obat, karena berisiko lidahnya malah tergigit.
- Berikan obat kejang dari bawah: Jika anak sudah memiliki resep obat antikejang, Mama Papa dapat memberikannya melalui dubur saat kejang berlangsung sesuai petunjuk dokter.
- Segera ke rumah sakit: Ada beberapa situasi saat Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit:
- Kejang terjadi untuk pertama kalinya.
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.
- Mama Papa curiga bahwa kejang disebabkan oleh penyakit serius lainnya, misalnya, meningitis, terutama jika setelah kejang anak tidak sadar.
- Mama Papa melihat tanda-tanda dehidrasi pada anak.
- Anak mengalami kesulitan bernapas.
Diagnosis Kejang Demam
Kejang demam biasanya dapat didiagnosis berdasarkan deskripsi apa yang terjadi. Dokter akan bertanya kepada orangtua atau pengasuh tentang berapa lama kejang berlangsung, apa yang terjadi selama kejang, apakah ada gejala lain seperti muntah atau diare, serta riwayat kejang sebelumnya. Tes darah atau urin mungkin diperlukan jika dokter curiga adanya infeksi. Tes tambahan, seperti EEG atau lumbal pungsi, mungkin dilakukan jika diperlukan. Observasi lebih lanjut di rumah sakit direkomendasikan jika gejala anak tidak biasa atau jika mereka mengalami kejang demam kompleks, terutama jika berusia di bawah 12 bulan.
Penyebab Kejang Demam
Penyebab pasti kejang demam tidak selalu dapat diidentifikasi, tetapi beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya meliputi:
- Suhu tinggi: Dalam kebanyakan kasus, suhu tinggi anak disebabkan oleh infeksi. Beberapa infeksi yang umumnya menjadi penyebab kejang demam meliputi cacar air, flu, infeksi telinga tengah, atau tonsilitis.
- Faktor Genetik: Ada kemungkinan adanya faktor genetik yang berperan dalam kejang demam, karena kemungkinan kejang meningkat jika anggota keluarga dekat memiliki riwayat kejang demam.
Bisakah Kejang Demam Kambuh?
Sekitar 1 dari 3 anak yang pernah mengalami kejang demam akan mengalami kejang lagi selama infeksi berikutnya. Kemungkinan kekambuhan lebih tinggi jika:
- Kejang demam pertama kali terjadi sebelum usia 18 bulan.
- Ada riwayat kejang atau epilepsi dalam keluarga.
- Anak mengalami demam yang berlangsung kurang dari satu jam atau suhunya tetap di bawah 40°C.
- Terdapat riwayat kejang demam kompleks (kejang demam yang memiliki karakteristik khusus).
Komplikasi Kejang Demam
Banyak orangtua khawatir bahwa jika anak mengalami kejang demam, itu bisa menjadi tanda epilepsi di kemudian hari. Namun, penting untuk diingat bahwa kejang demam dan epilepsi adalah dua kondisi yang berbeda. Epilepsi adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kejang berulang tanpa demam.
Anak-anak dengan riwayat kejang demam memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan epilepsi, tetapi risiko tersebut tetap relatif kecil. Diperkirakan anak-anak dengan riwayat kejang demam sederhana memiliki peluang sekitar 1 dari 50 untuk mengalami epilepsi di kemudian hari. Sedangkan anak-anak dengan riwayat kejang demam kompleks memiliki peluang sekitar 1 dari 20 untuk mengalami epilepsi di kemudian hari.

Penanganan dan Tindakan Selanjutnya
Setelah kejang selesai, penting untuk menghubungi dokter guna membuat janji dan mengetahui penyebab demam. Dokter akan memeriksa anak Mama Papa dan mendengarkan penjelasan tentang kejang yang terjadi. Dalam banyak kasus, kejang demam tidak memerlukan perawatan medis tambahan. Namun, dokter mungkin akan melakukan tes jika anak berusia di bawah 1 tahun atau menunjukkan gejala lain seperti muntah atau diare.
Menghubungi Dokter Spesialis
Jika Mama Papa memiliki kekhawatiran tentang kejang demam pada anak Mama Papa atau ingin berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis anak, Klinik Hello Baby adalah tempat yang tepat. Dr. Ahmad Hafidz, SpA, adalah dokter spesialis anak berpengalaman yang dapat memberikan bantuan dan panduan yang Anda butuhkan. Klinik Hello Baby berlokasi di Setrasari Plaza, Setrasari Mall, Jl. Surya Sumantri No.44, Sukagalih, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40164. Kami menawarkan layanan berkualitas dengan biaya terjangkau dan proses pelayanan yang efisien, sehingga Mama Papa dan anak Mama Papa tidak perlu menunggu lama. Klinik Hello Baby siap membantu Mama Papa dalam memberikan perawatan terbaik untuk kesehatan anak Mama Papa.
Kesimpulan
Kejang demam adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan sering kali tidak berbahaya. Dalam sebagian besar kasus, kejang berlangsung singkat dan tidak memerlukan tindakan medis. Namun, penting bagi orangtua untuk memahami apa yang harus dilakukan saat kejang demam terjadi dan kapan harus mencari perawatan medis. Jika anak Mama Papa pernah mengalami kejang demam, menghubungi dokter spesialis anak seperti dr. Ahmad Hafidz, SpA, di Klinik Hello Baby adalah langkah yang bijaksana. Dengan perawatan yang tepat, anak Mama Papa dapat mendapatkan bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan selama masa penyembuhan.
Media Social Hello Baby Clinic
Instagram : https://www.instagram.com/hellobabyclinic/
Tiktok : https://www.tiktok.com/@hellobaby.clinic
WA : 0812-4949-4840
Silahkan klik tombol whatsapp dibawah ini untuk otomatis langsung chat Whatsapp Admin kami
Demikian informasi mengenai Kejang Demam pada Anak, semoga bermanfaat

